Mr. X
Pagi itu, Alice akhirnya melakukan sesuatu yang sudah lama dia pikirkan. Dia resign. Tidak ada drama. Tidak ada penyesalan. Hanya sebuah email singkat yang sudah dia kirim beberapa menit yang lalu. Ketika laptopnya tertutup, Alice merasakan sesuatu yang jarang dia rasakan akhir-akhir ini - lega. Selama beberapa tahun terakhir, pekerjaannya terasa semakin tidak manusiawi. Koreksian yang tidak masuk akal, karena hasilnya kurang efektif buat anak didiknya dan juga tipe pengajaran yang sangat text book - yang sangat berbeda jauh dengan gaya mengajarnya - yang sudah terbukti selama 20 tahun membawa banyak perubahan di dunia pendidikan yang dia geluti. Tubuhnya mulai memberi peringatan. Sakit asam lambung. Tidur yang tidak pernah benar-benar nyenyak. Dan satu hal yang paling dia sadari: dia sudah lama kehilangan waktu untuk dirinya sendiri. Me time yang dulu selalu dia jaga kini hampir tidak ada. “Aku butuh hidupku kembali,” gumamnya pelan. Untungnya, dia tidak benar-benar memulai...